Sebuah Metafora
 
 
 

Hujan, sepertinya kalau tidak perlu terburu-buru kali ini
Karena aku suka caramu mengendap di antara bunga rumput
dan sebuah rahasia di rongga kepala.
Ada seribu rasa benci dan berlipat-lipat rasa suka,
yang secara terperinci telah ku beri sandi dalam setiap katanya.

Dan untukmu nona, kau tahu? malam ini cahaya bulan begitu liar
datang hati-hati tanpa permisi dan berbicara dalam bahasa yang tidak bisa ku pahami.
Jadi, tolong bahasakanlah dengan lantang nona!
Lalu, aku akan seperti sedang memohon.

Kata kunci:

#sajak#sastra#metafora#rumput#literasi#puisi

 


    Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!!!