Adalah Matahari
 
 
 

Suatu saat dia adalah Matahari
Dan di lain saat dia adalah Mentari
Dia tak pernah berkata satu hal pun mengenai dirinya
dan mengenai alasan dia sengaja ada
di hari yang panjang dan di malam yang panjang.
hanya beberapa orang saja yang hening terdiam dan berani menerka
tentang kemungkinan cara dia diam-diam menilaimu dengan membentuk sebuah bayangan.

Sampai pada akhirnya, mentari selalu saja terlihat diwaktu hampir sore
Ketika beberapa bentuk dari daun pohon kering yang terpaksa jatuh setengah memudar
Dan ketika suara yang ku kenali tampak berubah begitu asing

Ketika itu...
Aku hanya akan berusaha selalu ada
Menjadi anginnya
Menjadi tanahnya
Menjadi awannya
Menjadi pohonya
Menjadi diam...

Kata kunci:

#sajak#apresiasi susastara#salam literasi

 


    Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!!!